-->

Hanya Sekedar Berbagi Pengalaman

Konsep Dasar Routing RIP

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 





    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 10 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> Konsep dasar ROUTING RIP.



A. Pendahuluan


 1. Pengertian
     
        Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP).

 2. Latar Belakang

    -> Mengetahui Konsep dasar ROUTING RIP.


 3. Maksud dan Tujuan

    -> Menyebarkan pengetahuan tentang Konsep dasar ROUTING RIP.

 4. Hasil Yang Di Harapkan

    -> Saya harap ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan kalian yang membaca bisa paham Konsep dasar ROUTING RIP.

B. Proses dan Tahapan Pelaksanaan

        RIP (Routing Information Protocol)
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation/ RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

Cara Kerja RIP:
  • Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
  • Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
  • Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
  • Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
  • Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
  • Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung

Karakteristik dari RIP:
  • Distance vector routing protocol
  • Hop count sebagi metric untuk memilih rute
  • Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
  • Secara default routing update 30 detik sekali
  • RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update
  • 6RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update
Kelebihan dan Kekurangan

1. Kelebihan
      RIP  menggunakan  metode  Triggered  Update.  RIP  memiliki  timer  untuk mengetahui  kapan  router  harus  kembali  memberikan  informasi  routing.  Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan  informasi  routing  karena  dipicu  oleh  perubahan  tersebut  (triggered update). Mengatur  routing  menggunakan  RIP  tidak  rumit  dan  memberikan  hasil  yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.

2. Kekurangan
Dalam implementasi RIP memang mudah untuk digunakan, namun RIP mempunyai masalah serius pada Autonomous System yang besar, yaitu :

  1.     Terbatasnya diameter network, Telah disebutkan sedikit di atas bahwa RIP hanya bisa menerima metrik sampai 15. Lebih dari itu tujuan dianggap tidak terjangkau. Hal ini bisa menjadi masalah pada network yang besar.
  2.     Konvergensi yang lambat,  Untuk menghapus entry tabel routing yang bermasalah, RIP mempunyai metode yang tidak efesien. Seperti pada contoh skema network di atas, misalkan subnet 10 bernilai 1 hop dari router 2 dan bernilai 2 hop dari router 3. Ini pada kondisi bagus, namun apabila router 1 crash, maka subnet 3 akan dihapus dari table routing kepunyaan router 2 sampai batas waktu 180 detik. Sementara itu, router 3 belum mengetahui bahwa subnet 3 tidak terjangkau, ia masih mempunyai table routing yang lama yang menyatakan subnet 3 sejauh 2 hop (yang melalui router 2). Waktu subnet 3 dihapus dari router 2, router 3 memberikan informasi ini kepada router 2 dan router 2 melihat bahwa subnet 3 bisa dijangkau lewat router 3 dengan 3 hop ( 2 + 1 ). Karena ini adalah routing baru maka ia akan memasukkannya ke dalam KRT. Berikutnya, router 2 akan mengupdate routing table dan memberikannya kepada router 3 bahwa subnet 3 bernilai 3 hop. Router 3 menerima dan menambahkan 1 hop lagi menjadi 4. Lalu tabel routing diupdate lagi dan router 2 meneriman informasi jalan menuju subnet 3 menjadi 5 hop. Demikian seterusAnya sampai nilainya lebih dari 30. Routing atas terus menerus looping sampai nilainya lebih dari 30 hop.
  3.     Tidak bisa membedakan network masking lebih dari /24, RIP membaca IP address berdasarkan kepada kelas A, B dan C. Seperti kita ketahui bahwa kelas C mempunyai masking 24 bit. Dan masking ini masih bias diperpanjang menjadi 25 bit, 26 bit dan seterusnya. RIP tidak dapat membacanya bila lebih dari 24 bit. Ini adalah masalah besar, mengingat masking yang lebih dari 24 bit banyak dipakai. Hal ini sudah dapat di atasi pada RIPv2.
  4. Jumlah  host  Terbatas.    
  5. RIP  tidak  memiliki  informasi  tentang  subnet  setiap  route.
  6. RIP  tidak  mendukung  Variable  Length  Subnet  Masking  (VLSM), Ketika  pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada


Versi
Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.
  1. RIP versi 1
    • Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC 1058, classful menggunakan routing. Update routing periodik tidak membawa informasi subnet, kurang dukungan untuk Variable Length Subnet Mask (VLSM). Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk router otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.
  2. 2. RIP versi 2
    • Karena kekurangan RIP asli spesifikasi, RIP versi 2 (RIPv2) dikembangkan pada tahun 1993 dan standar terakhir pada tahun 1998. Ini termasuk kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop dari 15 tetap. RIPv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal jika semua protokol Harus Nol bidang dalam pesan RIPv1 benar ditentukan. Selain itu, aktifkan kompatibilitas fitur memungkinkan interoperabilitas halus penyesuaian.
  3. 3. RIPng
    • RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya. Perbedaan utama antara RIPv2 dan RIPng adalah:
 Dukungan dari jaringan IPv6:
  •     RIPv2 mendukung otentikasi RIPv1, sedangkan RIPng tidak. IPv6 router itu, pada saat itu, seharusnya menggunakan IP Security (IPsec) untuk otentikasi.
  •     RIPv2 memungkinkan pemberian beragam tag untuk rute , sedangkan RIPng tidak;
  •     RIPv2 meng-encode hop berikutnya (next-hop) ke setiap entry route, RIPng membutuhkan penyandian (encoding) tertentu dari hop berikutnya untuk satu set entry route.


Batasan:
  •     Hop count tidak dapat melebihi 15, dalam kasus jika melebihi akan dianggap tidak sah. Hop tak hingga direpresentasikan dengan angka 16
  •     Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
  •     Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP IPv4 versi 1 (RIPv1).    
  •     RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah.

Cara kerja RIP
     Proses RIP beroperasi dari port 520 UDP; semua pesan RIP di enkapsulasi dalam sebuah segment UDP dengan kedua port source dan destination di set 520. RIP mendefinisikan 2 jenis pesan (message): Request messages dan Response messages. Request message digunakan untuk meminta router neighbor mengirimkan update. Response message membawa update. Metric yang digunakan oleh RIP adalah hop count, dengan 1 menandakan network yang terhubung langsung (directly connected) dan 16 menandakan network unreachable.
    Pada saat pertama kali aktif, RIP mem-broadcast keluar sebuah paket yang membawa Request message melalui semua interface yang mengenable RIP. Proses RIP kemudian memasuki fase mendengarkan Request RIP atau mengirimkan Response message. Neighbor yang menerima pesan Request akan mengirimkan Response yang berisi tabel routing mereka.
    Ketika router yang merequest menerima Response message, router akan memproses informasi yang ada didalamnya. Jika terdapat entri route tertentu yang belum dikenali, maka router akan memasukkannya kedalam tabel routing beserta address dari router yang meng-advertise paket. Jika terdapat entri route yang ternyata sudah ada didalam tabel routing, maka entri yang sudah ada akan digantikan hanya jika entri route yang baru memiliki hop count yang lebih rendah. Jika hop count yang baru lebih tinggi daripada hop count yang telah tersimpan dan paket update berasal dari router next-hop yang tersimpan dalam tabel, maka entri route akan ditandai sebagai unreachable selama waktu yang terdapat dalam holddown period. Jika holddown period telah berakhir dan neighbor yang sama masih tetap meng-advertise entri dengan hop count yang lebih tinggi tersebut, maka metric yang baru (yang lebih tinggi) akan diterima.

C. Kesimpulan
     Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN

D. Referensi
  -

sekian...

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Share:
PopCash.net

Apa itu Routing OSPF

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 





    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 9 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> Apa itu routing OSPF.



A. Pendahuluan


 1. Pengertian
        OSPF (Open Shortest Path First) adalah sebuah routing protocol standart terbuka yang telah banyak diimplementasikan oleh sejumlah vendor telekomunikasi dunia. OSPF termasuk dalam kategori Interior Gateway Protocol yang hanya digunakan untuk kebutuhan routing antar router dalam internal vendor telekomunikasi.

 2. Latar Belakang

    -> Mengetahui apa itu Routing OSPF.

 3. Maksud dan Tujuan

    -> Menyebarkan pengetahuan apa itu Routing OSPF.

 4. Hasil Yang Di Harapkan

    -> Saya harap ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan kalian yang membaca bisa paham apa itu routing ospf.

B. Proses dan Tahapan Pelaksanaan 

 OSPF (Open Shortest Path First)
      OSPF adalah sebuah routing protocol standart terbuka yang telah banyak diimplementasikan oleh sejumlah vendor telekomunikasi dunia. OSPF termasuk dalam kategori Interior Gateway Protocol yang hanya digunakan untuk kebutuhan routing antar router dalam internal vendor telekomunikasi.
OSPF memiliki sebuah Autonomous System (AS) yang berfungsi untuk mengelompokkan router-router yang akan berada dalam satu kendali dan satu strategi routing yang sama.

      OSPF pertama kali dikembangkan pada tahun 1987 oleh Internet Engineering Task Force (IETF) dan yang pertama kali dipublikasikan adalah OSPFv1 pada tahun 1989. Pada tahun 1991 OSPFv2 mulai dipublikasikan oleh John Moy melalui RFC1247 dan juga selalu disempurnakan.
Saat ini sudah ada OSPFv3 yang ditujukan untuk implementasi jaringan yang menggunakan Internet Protocol Address (IP Address) versi 6 (IPv6). OSPFv3 dipublikasikan melalui RFC2740 pada tahun 1999 yang kemudian disempurnakan pada tahun 2008 melalui RFC5340.

Karakteristik OSPF:
  1. Merupakan routing protocol jenis link-state, sehingga setiap router memilik data atau gambaran topologi yang ada pada jaringan.
  2. Menggunakan Hello Packet untuk mengetahui keberadaan neighbor router (router tetangga).
  3. Routing update hanya dikirimkan apabila ada perubahan dalam jaringan dan dikirim secara multicast.
  4. Dapat dibagi dalam kelompok area.
  5. Menggunakan cost sebagai patokan dalam memilih jalur terbaik dangan cost terendah akan menjadi jalur terbaik.
  6. Tidak memiliki batasan hop sehingga sangat bagus digunakan pada jaringan skala besar.
  7. Classless routing protocol, OSPF mendukung ip address yang sudah disubnetting.

Sejarah perkembangan routing OSPF
Paket dalam OSPF
Secara garis besar OSPF memiliki dua jenis paket dalam membangun dan memelihara database topologi jaringan, yaitu paket Hello dan paket LSA.

Paket Hello
     Saat OSPF mulai dijalankan, router akan mengirim paket Hello (multicast:224.0.0.5) kepada semua router neighbor. Jika jaringan dalam kondisi baik maka semua router neighbor akan menerima paket Hello tersebut dan menuliskannya pada table neighbor router tersebut. Paket Hello berfungsi untuk menemukan router yang menjalankan OSPF.

Paket LSA (Link State Advertisement)
     LSA merupakan paket OSPF yang berisi data link-state dan informasi routing yang akan dikirim ke semua routeryang menjalankan routing OSPF dalam satu area. Dengan data ini OSPF menggunakan algoritma SPF untuk menghitung jalur terbaik (best path) dari sebuah router menuju router tujuan.
Paket LSA terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
  1. Database Description (DBD)
    • Paket ini berisi rangkuman (summary) LSDB, yaitu RID dan sequent number
  2. Link State Request (LSR)
    • Fungsi paket ini adalah untuk melakukan request database topologi dari router-router tetangga.
  3. Link State Update (LSU)
    • Paket ini berfungsi merespon paket LSR
  4. Link State Acknowledgement
    • Paket ini yang meng ACk paket LSU yang sudah diterima dari router tetangga.
C. Kesimpulan
      OSPF adalah jenis routing yang sering di gunakan oleh hampir semua Vendor jaringan di dunia, karena selain mudah mengimplementasikannya, Routing  OSPF juga banyak manfaatnya dan karakteristiknya

D. Referensi
    -

sekian...

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 
Share:
PopCash.net

Definisi, konsep dasar, jenis dan tabel routing.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 





    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 8 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> Definisi, konsep dasar, jenis dan tabel routing.



A. Pendahuluan


 1. Pengertian
     
        RIP yaitu sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritme Distance-Vector Routing
 2. Latar Belakang

    -> Berbagi pengetahuan tentang definisi, konsep dasar, jenis dan tabel routing.


 3. Maksud dan Tujuan

    -> Menyebarkan pengetahuan tentang definisi, konsep dasar, jenis dan tabel routing.

 4. Hasil Yang Di Harapkan

    -> Saya harap ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan kalian yang membaca bisa paham tentang definisi, konsep dasar, jenis dan tabel routing.

B. Proses dan Tahapan Pelaksanaan 

 1. Definisi Routing
Routing adalah proses untuk memilih jalur (path) yang harus dilalui oleh paket. Jalur yang baik tergantung pada beban jaringan, panjang datagram, type of service requested dan pola trafik. Pada umumnya skema routing hanya mempertimbangkan jalur terpendek (the shortest path).
Terdapat 2 bentuk routing, yaitu:
  • Direct Routing (direct delivery); paket dikirimkan dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (host berada pada jaringan fisik yang sama) sehingga tidak perlu melalui mesin lain atau gateway.
  • Indirect Routing (indirect delivery); paket dikirimkan dari suatu mesin ke mesin yang lain yang tidak terhubung langsung (berbeda jaringan) sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju.
2. Konsep Dasar Routing
     Routing adalah proses yang dialami datagram untuk mencapai tujuan di jaringan TCP/IP. Konsep routing adalah hal yang utama pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal ini karena pada lapisan internet terjadi proses pengalamatan. Data-data dari device yang terhubung ke internet dikirim dalam bentuk datagram, yaitu paket data yang didefinisikan oleh IP. Datagram memiliki alamat tujuan paket data. Internet Protokol memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari device asal ke device tujuan. Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak satu jaringan dengan device asal, datagram tersebut langsung disampaikan.Jika alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringa yang sama, datagram akan disampaikan kepada router yang paling tepat.

3. Jenis Routing
a. Minimal Routing
    Merupakan informasi minimum yang harus ada bagi host yang tersambung kesuatu network. minimal routing terbentuk pada saat konfigurasi interface.

b. Static Routing
    Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator. Berikut ini adalah karakteristik dari static routing:

  • tidak akan mentolerir jika terjadi kesalahan pada konfigurasi yang ada. Jika terjadi perubahan pada jaringan atau terjadi kegagalan sambungan antara dua atau lebih titik yang terhubung secara langsung, arus lalu lintas tidak akan disambungkan oleh router.
  • konfigurasi routing jenis ini biasanya dibangun dalam jaringan yang hanyamempunyai beberapa router, umumnya tidak lebih dari 2 atau 3.
  • informasi routingnya diberikan oleh orang (biasa disebut administrator jaringan) secara manual.
  • satu router memiliki satu table routing
 Jenis ini biasanya digunakan untuk jaringan kecil dan stabil


c. Dynamic Routing
       Router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router. Karakteristik dynamic routing:

  • informasi routingnya tidak lagi diberikan oleh orang (manual), melainkan diberikan oleh software.
  • apabila salah satu jalur yang ada mengalami gangguan atau kerusakan peralatan, maka router akan secara otomatis akan mencari ganti dari jaluryang tidak bisa dipakai lagi.
  • menangani jaringan yang lebih kompleks dan luas, atau jaringan yang konfigurasinya sering berubah ubah (koneksi putus-nyambung)
  • jaringannya cerdas (sudah menggunakan komputasi)
  • memerlukan routing protokol untuk membuat table routing dan routing protokol ini bisa memakan sumber daya komputer.

Jenis-jenis routing protokol:
a. RIP (Routing Information Protocol)
      RIP (Routing Information Protocol) adalah jenis protokol kuat digunakan dalam jaringan area lokal dan jaringan area luas. RIP (Routing Information Protocol) tipe dikategorikan protokol gateway interior dalam penggunaan algoritma distance vector. Routing protokol informasi didefinisikan pada tahun 1988. Ia juga memiliki versi 2 dan saat ini kedua versi sedang digunakan. Secara teknis itu sudah usang oleh teknik yang lebih canggihseperti (OSPF) dan protokol OSI IS-IS.

b. Interior Gateway routing protokol (IGRP)
     Interior Gateway routing protokol (IGRP) Ini adalah Distanceve IGRP (Interior Gateway Protocol) oleh Cisco. Router digunakan untuk pertukaran data rute dalam suatu sistem independen. Interior Gateway routing protocol dibuat dalam bagian untuk mengalahkan batas-batas RIP (RoutingInformation Protocol) dalam jaringan besar. Ia memelihara beberapa metrikuntuk setiap rute serta keandalan, MTU, beban penundaan, dan bandwidth. Hop maksimum EIGRP adalah 255 dan update routing transmisi90 detik. Ini diukur dalam protokol routing classful, tetapi kurang populer karena boros ruang alamat IP.

c. Open Shortest Path First (OSPF)
     Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing yangaktif yang digunakan dalam protokol internet. Terutama itu adalah link state routing protokol dan termasuk ke dalam kelompok protokol gatewayinterior. Buka Shortest Path First (OSPF) yang beroperasi di dalam sistem otonomi yang berbeda. Versi 2 dari Jalur terpendek Pertama Terbuka(OSPF) didefinisikan pada tahun 1998 untuk IPv4 maka versi OSPF 3 dalam RFC 5340 pada tahun 2008. Pertama Buka Jalur terpendek (OSPF) paling banyak digunakan dalam jaringan perusahaan bisnis besar.

d. Exterior Gateway Protocol (EGP)
     Protokol routing yang mutlak bagi internet eksterior gerbang protokol yang ditetapkan tahun 1982 oleh Eric C. EGP (Exterior Gateway Protocol) pada awalnya dinyatakan dalam RFC827 dan benar ditetapkan dalam RFC 904 di 1984.The Exterior Gateway Protocol (EGP) tidak seperti vektor jarak danjalan protokol vektor. Ini adalah topologi seperti pohon.

e. Peningkatan interior gerbang routing protokol (EIGRP)
     Peningkatan Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) berdasarkan IGRP asli mereka saat itu adalah milik Cisco routing protokol. Ini adalah jarak-vector routing protokol di muka dalam optimasi untuk mengurangi baik kegoyangan routing yang terjadi setelah perubahan topologi, ditambah dengan penggunaan bandwidth dan daya proses di router yang mendukung ditingkatkan interior gateway routing protokol secara otomatis akan mengalokasikan kembali informasi rute untuk IGRP ( Peningkatan Interior Gateway Routing Protocol) oleh tetangga bertukar 32 bit EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) metrik ke 24 bit IGRP metrik.Umumnya optimasi berdasarkan pekerjaan DUAL dari SRI yang memastikan operasi loop bebas dan menawarkan sarana untuk sambungan cepat.

f. Border Gateway Protocol (BGP)
    Border Gateway Protocol (BGP) adalah protokol routing inti internet dan bertanggung jawab untuk menjaga meja jaringan protokol Internet yang mengotorisasi kemampuan jaringan mencapai antar AS. Border Gateway Protocol (BGP) dinyatakan sebagai jalan protokol vektor. Tidak menggunakan metrik IGP konvensional tetapi membuat keputusan routing berbasis pada jalur, kebijakan jaringan. Hal ini dibuat untuk menggantikan Exterior Gateway Protocol (EGP) routing protokol mengijinkan routing yang sepenuhnya terdesentralisasi untuk mengizinkan penghapusan Bersih NSF yang izin ke internet untuk berubah menjadi sistem desentralisasi yang benar-benar. Versi keempat Border Gateway Protocol (BGP) telah digunakan sejak tahun 1994 dan ke-4 versi dari tahun 2006. Versi 4 RFC 4271 memiliki banyak fitur seperti itu memperbaiki banyak kesalahan sebelumnya, ketidakjelasan menerangi dan membawa t RFC lebih dekat keindustri praktek.

g. Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS)
Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS) adalah protokol yang besar digunakan oleh perangkat jaringan untuk menentukan cara terbaik untuk datagram dipromosikan dari sisi ke sisi paket switched jaringan dan proses ini disebut routing. Ini didefinisikan dalam ISO / IEC 10589 2002 dalam desain referensi OSI. Menengah sistem-ke-intermediate sistem (IS-IS) membedakan antara tingkat-tingkat seperti tingkat 1 dan tingkat 2. Protokol routing dapat diubah tanpa perlu menghubungi wilayah intra routing protokol.\

4. Tabel Routing
     Router akan memberi rekomendasi jalur mana yang paling tepat untuk melewatkan paket data yang dikirim ke alamat tertentu sesuai dengan informasi yang terdapat pada tabel routing sehingga pada saat paket data telah dikirimkan atau diarahkan maka router akan melakukan pemeriksaan yang terdapat pada tabel routing dan router akan menentukan jalur mana yang paling sesuai dengan informasi yang ada. Ada 2 item yang harus dimasukan oleh tabel routing untuk mengirim paket data, diantaranya:
• Destination Address merupakan sebuah alamat pada jaringan yang dapat dijangkau oleh router
• Pointer to the Destination merupakan penunjuk yang akan memberitahukan bahwa jaringan atau network yang dituju dapat terhubung dengan router.
Router akan menyesuaikan informasi yang terdapat pada tabel routing sebelum mengirimkan ke alamat tujuan sehingga tidak ada yang namanya salah sasaran dalam mengirimkan paket data.

Berikut adalah urutan pada tabel routing untuk menyesuaikan alamat tujuan:
• Host Address
• Subnet
• Group of Subnet
• Major network number
• group of major network numbers
• default address
Jika data yang dikirimkan oleh pengirim ke alamat atau jaringan yang dituju tidak sesuai dengan entri diatas maka paket data yang telah dikirimkan oleh pengirim akan dibuang dan pengirim data akan diberikan pesan oleh router bahwa data yang dikirim telah di drop karena ketidaksesuain dan terjadi kesalahan pengalamatan pada address source pengirim.

C. Kesimpulan
  • Routing adalah cara untuk menghubungkan 2 jaringan atau lebih
  • Routing adalah proses memilih jalur untuk lalu lintas di jaringan , atau antara atau di beberapa jaringan. Routing dilakukan untuk berbagai jenis jaringan, termasuk jaringan circuit-switched , seperti jaringan telepon umum switched (PSTN), jaringan komputer , seperti Internet .
 D. Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Routing 

sekian...

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Share:
PopCash.net

Apa itu Quality of Service (QoS)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 





    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 7 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> Pengenalan QoS



A. Pendahuluan


 1. Pengertian
   
     Quality of Service (QoS) merupakan mekanisme jaringan yang memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.

 2. Latar Belakang

     -> Menyebarkan pengetahuan tentang QoS.


 3. Maksud dan Tujuan

    -> Menyebarkan pengetahuan tentang pengenalan QoS.

 4. Hasil Yang Di Harapkan

    -> Saya harap ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan kalian yang membaca bisa paham tentang QoS.

B. Proses dan Tahapan Pelaksanaan 
Quality of Service (QoS) merupakan mekanisme jaringan yang memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
Kinerja jaringan komputer dapat bervariasi akibat beberapa masalah, seperti halnya masalah bandwidth, latency dan jitter, yang dapat membuat efek yang cukup besar bagi banyak aplikasi. Sebagai contoh, komunikasi suara (seperti VoIP atau IP Telephony) serta video streaming dapat membuat pengguna frustrasi ketika paket data aplikasi tersebut dialirkan di atas jaringan dengan bandwidth yang tidak cukup, dengan latency yang tidak dapat diprediksi, atau jitter yang berlebih. Fitur Quality of Service (QoS) ini dapat menjadikan bandwidth, latency, dan jitter dapat diprediksi dan dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi yang digunakan di dalam jaringan tersebut yang ada.
Dalam jaringan packet-switched, Qos dipengaruhi oleh beberapa factor yang dibagi menjadi factor manusia dan factor teknis. Faktor manusia terdiri dari : stabilitas service, ketersediaan service, waktu tenggang, dan informasi pengguna. Faktor teknis terdiri dari keandalan, skalabilitas, efektifitas, dan maintanabilitas.
Banyak hal dapat terjadi pada paket saat paket – paket itu dikirimkan dari asal ke tujuannya. Hal itu dipengaruhi beberapa faktor sebagai berikut:

Low throughput
Oleh karina muatan yang bervariasi dari pengguna yang menggunakan sumber daya jaringan yang sama, bit rate dapat disediakan pada data stream terkait. Namun, hal itu terlalu rendah untuk realtime multimedia service jika seluruh data stream mendapat prioritas penjadwalan yang sama.

Dropped packets
Router mungkin akan menjatuhkan beberapa paket jika data – datanya korup atau paket – paket itu tiba pada saat elemen penyangganya sudah penuh. Aplikasi yang menerimanya mungkin akan meminta agar informasi ditransmisikan. Hal ini mengakibatkan waktu tenggang yang cukup lama pada transmisi secara umum.

Errors
Kadang – kadang paket mengalami korup akibat kesalahan yang disebabkan oleh noisedan interference, khususnya pada komunikasi nirkabel dan pada kabel copper yang panjang. Receiver harus mendeteksi hal ini dan jika paket dijatuhkan, receiver meminta agar informasi yang terkait hal itu ditransmisikan.

Latency
Akan terjadi waktu tenggang yang cukup lama bagi sebuah paket untuk meraih tujuannya, karena paket itu ditahan di dalam antrian atau mengambil rute yang agak jauh untuk menghindari kemacetan. Pada beberapa kasus waktu tenggang yang berlebihan dapat menjadikan aplikasi tidak berguna.

Jitter
Paket – paket yang berasal dari sumber akan mencapai tujuan dengan waktu tenggang yang berbeda. Sebuah paket delay akan memiliki posisi yang bervariasi dalam antrian router sepanjang jalur antara asal dan tujuan. Posisinya dapat bervariasi secara tidak terduga. Variasi dari waktu tenggang ini disebut dengan istilah jitter. Jitter dapat mempengaruhi kualitas dari streaming audio / video.

Out-of-order delivery
Ketika beberapa paket – paket yang terkait dikirimkan melalui sebuah jaringan, paket – paket yang berbeda bias saja mengambil rute yang berbeda. Hal ini mengakibatkan waktu tenggang yang berbeda pula. Hasil dari proses ini mengakibatkan paket – paket tiba pada urutan yang berbeda dari urutan ketika mereka dikirimkan. Masalah ini membutuhkan protocol tambahan khusus yang bertanggung jawab untuk mengatur ulang paket yang sudah terlambat. Pengaturan dilakukan dalam tahaoan isochronous sessat paket tersebut mencapai tujuannya. Secara khusus, hal ini penting diperlukan untuk video dan VoIP ketika kualitas dipengaruhi secara dramatis oleh waktu tenggang dan urutan yang berkurang.

QoS pada Beberapa Aplikasi
Qos pada aplikasi pengiriman bisa saja berbeda. Aspek penilaian QoS dari media – media yang terkait adalah pada factor yang mempengaruhi QoS. Secara umum aspek – aspek penilaian itu dibedakan menjadi Bandwidht, Delay, Jitter, dan Loss.



Aplikasi – aplikasi berbeda dalam aspek kebutuhan bandwidth. Misalnya, email, audio streaming, dan remote login tidak membutuhkan terlalu banyak. Sedangkan file sharing dan video streaming membutuhkan banyak bandwidth.
Pada aspek kebutuhan waktu tenggang, aplikasi file transfer : email dan video, tidak seberapa mengharuskan waktu tenggang yang rendah. Jika seluruh paket ditunda secara bertahap tiap detik, maka tidak ada masalah yang berarti. Aplikasi interaktif seperti web browser, remote login, mengharuskan waktu tenggang yang rendah. Aplikasi yang realtime seperti video conference, telepon sangat membutuhkan waktu tenggang yang rendah. Jika setiap perkataan dalam aplikasi telepon ditunda lama, maka penguna tidak akan menerima koneksinya dengan baik.


Variasi waktu tenggang pada aplikasi – aplikasi pengiriman data disebut jitter. Tiga aplikasi pertama : Email, File sharing, dan Web access membutuhkan interval pengiriman yang tidak terlalu teratur. Remote login membutuhkan interval pengiriman data yang lebih teratur karena layar akan menampilkan bintik – bintik jika koneksi mengalami gangguan pada waktu pengirimannya. Video dan audio streaming sangat sensitif terhadap interval pengiriman yang tidak teratur. Jika pengguna sedang menonton video dan frame mengalami penundaan misalnya 2000 detik, tidak ada masalah yang terjadi. Namun, jika waktu penundaan bervariasi secara acak antara 1 atau 2 detik, tayangan videonya akan sangat buruk dan menjengkelkan. Begitu juga pada transmisi audio streaming. Audio streaming membutuhkan jitter yang tidak lebih dari 1 milisecon


C. Kesimpulan


         Tiap aplikasi yang melakukan pengiriman data membutuhkan quality of service yang berbeda – beda. Hal ini dibedakan berdasarkan karakteristik data yang ditransmisikan dan berdasarkan fungsi dari aplikasi tersebut. Quality of service pada suatu aspek penilaian bisa rendah jika aspek tersebut tidak dibutuhkan oleh aplikasi. Sebaliknya, aplikasi tertentu menuntut QoS pada suatu aspek yang tinggi jika aspek tersebut sangat penting pada fungsionalitas aplikasi.

D. Referensi
-

sekian...

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Share:
PopCash.net

Konfigurasi IP-in-IP Tunnel

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 





    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 7 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> Konfigurasi ip-in-ip tunnel.



A. Pendahuluan


 1. Pengertian
     
        Implementasi tunneling IPIP pada MikroTik RouterOS adalah RFC 2003 compliant. Terowongan IPIP adalah protokol sederhana yang mengenkapsulasi paket IP di IP untuk membuat terowongan di antara dua router. Antarmuka terowongan IPIP muncul sebagai antarmuka di bawah daftar antarmuka. Banyak router, termasuk Cisco dan Linux, mendukung protokol ini. Protokol ini membuat beberapa skema jaringan memungkinkan.

 2. Latar Belakang

    -> Mengetahui konfigurasi ip-in-ip tunnel.


 3. Maksud dan Tujuan

    -> Menyebarkan pengetahuan tentang konfigurasi ip-in-ip tunnel.

 4. Hasil Yang Di Harapkan

    -> Saya harap ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan kalian yang membaca bisa paham konfigurasi ip-in-ip tunnel.

B. Proses dan Tahapan Pelaksanaan 


  1. Pada Router masing-masing silahkan koneksikan dengan satu jaringan baik wireless maupun wired.
  2. Tambahkan interface IP Tunnel dengan mengisikan IP Local dan Remote Address pada masing-masing Router.
    IPIP Tunnel Pada Router 1

    IPIP Tunnel Pada Router 2
  3. Tambahkan Routes dengan mengisikan IP Router lawan yang terhubung ke PC lawan dan gateway nya.
    IP Routes Pada Router 1

    IP Routes Pada Router 2
  4. Lalu coba PING ketiga IP Router dan PC teman.
    Test PING Pada Router 1

    Test PING Pada Router 2
  5. Coba PING dan remote menggunakan SSH pada Terminal Laptop.
  6. Kalo bisa PING dan Remote berarti konfigurasinya berhasil
  7. selesai
C. Kesimpulan
Dengan menggunakan IPIP Tunnel kita dapat terkoneksi dan me-remote router lain tanpa menambahkan Bridge (berbeda dengan EoIP).

D. Referensi
-

sekian...

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Share:
PopCash.net

Konfigurasi EOIP Tunnel

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 





    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 6 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> Konfigurasi eoip tunnel.



A. Pendahuluan


 1. Pengertian
     
        Ethernet over IP (EoIP) Tunneling adalah protokol MikroTik RouterOS yang menciptakan terowongan Ethernet di antara dua router di atas koneksi IP. Terowongan EoIP dapat berjalan di atas terowongan IPIP , terowongan PPTP atau koneksi lain yang mampu mengangkut IP.
Bila fungsi penjembatan dari router diaktifkan, semua lalu lintas Ethernet (semua protokol Ethernet) akan dijembatani sama seperti jika ada antarmuka Ethernet dan kabel fisik antara dua router (dengan bridging enabled). Protokol ini membuat beberapa skema jaringan memungkinkan

 2. Latar Belakang

    -> Mengetahui konfigurasi eoip tunnel.


 3. Maksud dan Tujuan

    -> Menyebarkan pengetahuan tentang konfigurasi eoip tunnel.

 4. Hasil Yang Di Harapkan

    -> Saya harap ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan kalian yang membaca bisa paham konfigurasi eoip tunnel.

B. Proses dan Tahapan Pelaksanaan 

  • Kita menggunakan wlan sebagai akses penghubung kedua router.
  • Buat interface eoip tunnel, lalu isikan local address (ip wlan dari router sendiri), remote address (ip wlan dari router teman), dan tunnel ID.


  • Buatlah bridge.
 

  • Tambahkan port yang akan di bridge yaitu ether2 (router ke pc) dan eoiptunnel1.

  • Coba ping IP router remote address, tapi disini saya gk ada gambarnya, soalnya saya lupa tida menscrenshotnya.
  • Lakukan pada router lainnya seperti pada langkah nomor 1-5. 
  • Selesai.
C. Kesimpulan
       Jadi kita bisa meremote router dengan jarak jauh dengan eoip tunnel.

D. Referensi
   
 -

sekian...

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Share:
PopCash.net

Interkoneksi Jaringan Dengan Tunneling di MikroTik

Assalamualaikum Warahmatullahi WabarakatuhGambar terkait




    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 5 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> cara tunneling di mikrotik.



A. Pendahuluan


 1. Pengertian

       Router adalah perangkat jaringan yang meneruskan paket data antar jaringan komputer . Router melakukan fungsi mengarahkan lalu lintas di Internet . Paket data biasanya diteruskan dari satu router ke router lain melalui jaringan yang membentuk sebuah internetwork sampai mencapai simpul tujuannya.

 2. Latar Belakang

    -> Mengetahui cara tunneling di mikrotik.


 3. Maksud dan Tujuan

    -> Menyebarkan pengetahuan tentang cara tunneling di mikrotik


 4. Hasil Yang Di Harapkan

    -> Saya harap ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan kalian yang membaca bisa paham cara tunneling dengan mikrotik.

B. Proses dan Tahapan Pelaksanaan 


Pada saat sebuah peruahaan memiliki kantor cabang, biasanya perusahaan menginginkan antara kantor pusat dengan kantor cabang bisa saling interkoneksi. Dapat melakukan file sharing, VOIP, dan kebutuhan pertukaran informasi dalam jaringan lainnya. Masalah muncul apabila ternyata kantor pusat dengan kantor cabang berbeda kota. Akan butuh biaya mahal jika harus membangun infrastruktur kabel/wireless/fiber-optic yang digunakan untuk menghubungkan antara kantor pusat dengan kantor cabang. MikroTik memberikan solusi yang cukup ekonomis dan reliable untuk masalah ini, salah satunya dengan Tunnel.
Untuk membangun tunnel, kedua kantor baik kantor cabang maupun kantor pusat harus terkoneksi ke internet dan memiliki IP public static. Tunneling merupakan salah satu cara untuk membangun sebuah jalur  antar mikrotik router di atas sebuah koneksi TCP/IP. Jika digambarkan dalam bentuk topologi, akan terlihat seperti berikut :
Nantinya, jaringan lokal dibawah router di kantor cabang dan router di kantor pusat akan bisa saling bertukar informasi dan bertukar file. Kita coba jabarkan topologi secara teknis agar lebih mudah bagi kita untuk memahami penerapan tunnel ini. 
Jika kita perhatikan jaringan lokal di Head Office dan Branch Office memiliki segment network yang sama. Dan nantinya kedua jaringan lokal ini akan dapat saling berkomunikasi dengan memanfaatkan fitur tunneling di MikroTik.

Ethernet over IP (EoIP)
Merupakan protocol pada Mikrotik RouterOS yang berfungsi untuk membangun sebuah Network Tunnel antar MikroTik router di atas sebuah koneksi TCP/IP. EoIP merupakan protokol proprietary MikroTik (support juga di linux tetapi harus di-compile manual). Maka untuk menggunakan fitur ini, router di Head Office dan router di Branch Office harus sama - sama menggunakan router MikroTik. EoIP menggunakan Protocol GRE (RFC1701).
Dari detail topologi yang sudah digambarkan diatas, kita akan coba implementasikan dengan EoIP. Maka kita bisa lakukan langkah konfigurasi sebagai berikut. Pertama, tambahkan interface EoIP di menu "Interfaces". Klik tombol + (add), kemudian pilih EoIP. Langkah ini dilakukan di kedua router, baik router di Head Office maupun router di Branch Office 
Akan muncul properties interface baru yang perlu kita setting, yang paling penting adalah parameter "Remote Address" dan "Tunnel ID". Pada saat setting router MikroTik disisi Head Office, isi parameter Remote Address dengan IP Public yang dimiliki oleh router yang ada di Branch Office. Lakukan hal yang sama ketika setting router disisi Branch Office, bisa dianalogikan seperti bertukar informsi IP Public. Kemudian pada parameter Tunnel ID, pastikan memiliki nilai yang sama antara Tunnel ID router Head Office dengan router Branch Office. 
Jika EoIP sudah berjalan dan muncul flag "R", selanjutnya kita buat bridge yang nanti akan menjembatani transmisi data dari jaringan LAN yang akan melewati EoIP. Masuk ke menu Bridge, kemudian klik tombol + (add). Isi nama bridge sesuai keinginan.
Selanjutnya, tambahkan interface EoIP dan interface ethernet yag terkoneksi ke jaringan lokal LAN ke dalam Port Bridge. Jadi ada dua interface yang menjadi port bridge.
Jika sudah selesai, coba ping antar host dari jaringan lokal dibawah router, misal dari host lokal yang berada di Head Office ping ke host yang berada di Branch Office.

IP-in-IP (IPIP)
Salah satu alternatif tunnel selain menggunakan EoIP adalah dengan menggunakan IPIP. Implementasi IPIP di mikrotik berdasarkan RFC2003. Protokol IPIP berkerja dengan mengenkapsulasi paket data dari satu IP ke IP lain untuk membentuk network tunnel. Berbeda dengan EoIP yang hanya bisa digunakan untuk router yang sama - sama MikroTik, IPIP dapat berjalan hampir di semua jenis router selama router tersebut mendukung protokol IPIP. Akan tetapi, IPIP tidak dapat di-bridge sehingga jringan lokal dibahwa router Head Office dan Branch Office harus menggunakan segmen IP addres yang berbeda. Misalkan kita akan membangun tunnel IPIP dengan topologi sebegai berikut :

Hampir sama dengan EoIP, buat interface IPIP di kedua router, router Head Office dan router Branch Office. Masuk ke menu "Interfaces", klik tombol + (add), kemudian pilih IP Tunnel.
Pada parameter "Local Address", isi dengan IP Pubic yang ada di router itu sendiri, dan isi parameter "Remote Address" dengan IP Public router lawan. Misal untuk router Head Office local-address adalah 202.1.2.1 dan remote-address adalah 202.2.3.1. Hal serupa juga dilakukan disisi Branch Office.
Jika IP Tunnel sudah terbentuk, tambahkan IP address pada interface tunnel tersebut. Masuk ke menu "IP Address", kemudian klik tombol + (add). IP address yang ditambahkan di sisi Head Office dan Branch Office harus satu segmen. Pada contoh dibawah ini kita tambahkan IP Address 192.168.2.1/24 disisi Head Office dan IP address 192.168.2.2/24 disisi Branch Office.
Sekarang coba lakukan ping antar router dengan menggunakan IP address yang baru saja dipasang tadi. Jika IP Tunnel udah berjalan, maka ping akan berjalan normal dengan menggunakan segmen IP 192.168.2.0/24. Pertanyaannya apakah jaringan lokal di kedua kantor sudah bisa interkoneksi ? dan ternyata belum bisa saling interkoneksi karena berbeda segmen. Kita perlu membuat rule static route agar kedua jaringan bisa saling mengenal walaupun berbeda segmen.
Setelah kita tambahkan rule routing tadi, host yang berada di jaringan lokal Head Office akan bisa saling interkoneksi dengan host yang berada di jaringan lokal Branch Office.

C.Kesimpulan
Kesimpulannya yaitu jika menggunakan Tunneling kita dapat mengirimkan data melalui koneksi lain yang sudah terbentuk.

D. Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel

sekian...

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Share:
PopCash.net

Pemilihan Band & Frekuensi Pada Implementasi Wireless MikroTik

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 





    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 3 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> cara pemilihan frequensi wireless.



A. Pendahuluan


 1. Pengertian

       Frequency Band adalah interval dalam domain frekuensi , dibatasi oleh frekuensi yang lebih rendah dan frekuensi yang lebih tinggi. Istilah ini mungkin mengacu pada pita radio atau interval spektrum lainnya.
Rentang frekuensi suatu sistem adalah rentang di mana ia dianggap memberikan kinerja yang memuaskan, seperti tingkat sinyal yang berguna dengan karakteristik distorsi yang dapat diterima. Daftar batasan batas atas dan bawah batas atas sistem tidak berguna tanpa kriteria untuk kisaran yang ditunjukkan.

 2. Latar Belakang

    -> Mengetahui cara pemilihan frequensi wireless.


 3. Maksud dan Tujuan

    -> Menyebarkan pengetahuan tentang cara pemilihan frequensi wireless.


 4. Hasil Yang Di Harapkan

    -> Saya harap ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan kalian yang membaca bisa paham cara pemilihan frequensi wireless.

B. Proses dan Tahapan Pelaksanaan 

      Bagi yang sudah pernah mencoba menerapkan wireless, biasanya akan menemui beberapa kendala yang terkadang membuat bingung. Walaupun demikian, saat ini teknologi wireless banyak diterapkan, terutama dengan alasan jarak jangkau. Teknologi wireless cukup membantu terutama untuk menjangkau area yang jauh/luas. Daripada harus membangun jaringan kabel untuk menghubungkan perangkat yang jauh, akan lebih mudah dan lebih hemat jika menggunakan wireless. Akan tetapi dibalik keuntungan tersebut, ada faktor-faktor yang membuat penerapan wireless tidak semudah ketika menggunakan kabel. Pada saat menggunakan kabel, kita tinggal colokkan dari port satu ke yang lain. Jika jarak jauh bisa menggunakan Fiber Optic. Tetapi saat menerapkan wireless, menghubungkan satu perangkat ke yang lain akan dipengaruhi banyak faktor. Antara lain, LoS (Line of sight), site 1 dengan site yang lain harus bisa saling melihat dan tanpa halangan.

1. Band
Memilih band merupakan cara untuk menentukan standart protokol yang akan digunakan oleh wireless interface. Selain menentukan standart protokol, band juga menentukan data rates yang bisa dilewatkan, channel frequencies dan lebar channel. Ada beberapa band di router mikrotik.
  • 2Ghz-b, bekerja di frekuensi 2,4Ghz. Menggunakan protokol 802.11b dengan data rate maksimum 11 Mbit/s.
  • 2Ghz-b/g, juga bekerja di frekuensi 2,4Ghz. Menggunakan protokol 802.11b dan 802.11g. protokol 802.11g hampir sama seperti 802.11b akan tetapi melakukan transmisi dengan basis OFDM seperti 802.11a sehingga protokol 802.11g bisa mencapai 54 Mbit/s.
  • 2Ghz-b/g/n, bekerja di frekuensi 2,4Ghz. Menggunakan protokol 802.11b, 802.11g dan 802.11n. Pengembangan dari standart protokol 802.11, ditambah dengan kemampuan multiple-input multiple-output (MIMO). Dengan tambahan fitur MIMO ini, secara teori maksimal data rate yang bisa dicapai adalah 300 Mbit/s.
  • 2Ghz-only G, bekerja di frekuensi 2,4Ghz, hanya menggunakan protokol  802.11g.
  • 2Ghz-only N, bekerja di frekuensi 2,4Ghz, hanya menggunakan protokol  802.11n.
  • 5Ghz-a, bekerja di frekuensi 5 Ghz. Menggunakan protokol 802.11a, maximum data rate yang bisa dicapai adalah 54 Mbit/s.
  • 5Ghz-a/n, bekerja di frekuensi 5 Ghz. Menggunakan protokol 802.11a dan 802.11n.
  • 5Ghz-only N, bekerja di frekuensi 5 Ghz dan hanya menggunakan protokol  802.11n.
Jika kita perhatikan, ada beberapa pilihan band yang menggunakan lebih dari satu protokol. Jika kita setting sebuah interface wireless dengan band yang menggunakan lebih dari satu protokol, maka interface wireless tersebut memberikan pilihan kepada client, protokol mana yang support dengan perangkat client tersebut.

2. FrekuensiWireless LAN menggunakan radio frekuensi yang membutuhkan media rambat yang juga harus bersih atau tanpa gangguan. Gangguan bisa berupa halangan seperti pohon,gedung,tembok,kaca atau interferensi frekuensi dari perangkat lain di sekitarnya.
Agar terbentuk link wireless yang bagus, gangguan ini harus dihindari. hal pertama yang harus dilakukan dilakukan adalah site survey terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi lapangan secara fisik maupun penggunaan frekuensi yang sudah ada. Misalnya, adanya halangan berupa bukit, gedung, pohon, tembok, kaca dsb yang harus dihindari. Kita harus mengetahui juga frekuensi - frekuensi yang ada disekitar. jadi nantinya bisa dihindari penggunaanya agar tidak interferensi/overlapping. 
Alokasi frekuensi sudah diatur dalam regulasi di setiap wilayah dan negara. Di Indonesia, untuk keperluan wireless LAN sudah dalokasikan dalam ISM Band pada frekuensi 2,4GHz dan 5,8GHz. Lebih detail nya, untuk 2,4GHz dibagi dalam beberapa channel dengan lebar channel masing - masing 22MHz.


Begitu juga dengan yang 5GHz. Frekuensi 5Ghz juga dibagi menjadi beberapa channel.


Di mikrotik, tiap channel ditampilkan dengan nilai tengah frekuensi-nya. Misal pada band 2,4GHz, channel1 = 2412 ,dsb.

Kembali ke masalah interferensi. Di mikrotik ada beberapa tool yang bisa digunakan untuk melakukan scanning frekuensi.
  • Tool Scanner, double klik interface wlan > atur mode=station, band, dan frekuensi > klik scan .
  • Tool Snooper, double klik interface wlan > atur mode=station, band, dan frekuensi > klik snooper.
  • Tool Frequency Usage, double klik interface wlan > atur mode=station, band, dan frekuensi > klik Freq. Usage

    Dari hasil survey tersebut,kita bisa menentukan penggunaan frekuensi pada perangkat kita agar tidak interferensi dengan yang lain. Berdasarkan pembagian channel pada 2,4GHz, dengan lebar channel standard, bisa dilihat ada beberapa channel yang saling overlapping. Hal ini lah yang harus dihindari agar tidak saling mengganggu dan wireless link terbentuk dengan baik. Misal, dari hasil scan ternyata sudah banyak yang menggunakan frek 2412 (channel 1) , maka kita bisa gunakan frek 2437 (channel 6). Kenapa tidak menggunakan 2417 (Ch.2) saja ? bukankah 2412 (Ch.1) dan 2417 (Ch.2) sudah beda.?
    Coba lihat lagi gambar pembagian channel tadi, antara 2412 (Ch.1) dan 2417 (Ch.2) ternyata masih overlapping, saling menganggu. Jika digambarkan lagi, agar tidak saling mengganggu bisa gunakan 2412 (Ch.1), 2437 (Ch. 6), 2462 (Ch. 11)



    Nah, kalo untuk frek 2484 (Ch.14) merupakan channel yang tidak standard. Perangkat seperti gadget,laptop biasanya tidak support.
    Mikrotik support untuk 2484 (ch.14). Akan tetapi kita tetap tidak boleh menggunakan frekuensi tersebut dengan sembarangan. Walaupun secara teknis perangkatnya support, tapi penggunaan frekuensi di luar alokasi jelas menyalahi aturan. Jadi mari gunakan frekuensi sesuai regulasi yang ada. Agar tidak saling mengganggu di frekuensi lain.
    Tips diatas untuk pemilihan penggunaan frekuensi pada Band 2,4GHz. Bagaimana dengan 5GHz ?. Kebanyakan perangkat seperti laptop, gadget sebelumnya memang hanya support untuk 2,4GHz saja. Akan tetapi beberapa gadget saat ini sudah support 5GHz. Begitu juga untuk link perangkat wireless LAN saat ini juga sudah banyak yang beralih ke 5GHz. Berbeda dengan pembagian channel pada 2,4GHz, pembagian channel pada 5GHz tidak ada yang saling overlapping. Untuk mengcover laptop atau gadget, bisa gunakan frek 5725 - 5785 MHz. Kebanyakan gadget saat ini support di frekuensi tersebut. Produk Mikrotik juga sudah support baik untuk band 2,4GHz atau 5GHz. Support juga untuk custom freq dan custom channel width. Tapi sekali lagi, gunakan frekuensi dengan bijak. Jangan menyalahi regulasi.
C. Kesimpulan
      Kesimpulannya, bila kita mengetahui penerapan Band & Frekuensi ini untuk Implementasi Wireless maka kita tidak akan terjadi tabrakan channel pada wireless.

D. Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel

sekian...

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Share:
PopCash.net

10 Cara Mengamankan Router MikroTik

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 





    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 2 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> 10 cara mengamankan router mikrotik.


Share:
PopCash.net

Perbedaan Mode Switch dan Mode Bridge di MikroTik

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 





    Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rahmat dan karunianya saya masih diberi kesehatan dan keselamatan.


       Pada tanggal 1 Maret 2018 PKL di BLC Telkom Klaten Yaitu:

-> Perbedaan Mode di Wireless mikrotik.



A. Pendahuluan


 1. Pengertian

       Wireless adalah transfer informasi antara dua atau lebih titik yang tidak terhubung oleh [penghantar listrik]. Jarak bisa pendek, seperti beberapa meter untuk remote control televisi, atau sejauh ribuan atau bahkan jutaan kilometer untuk ruang-dalam komunikasi radio. Ini meliputi berbagai jenis tetap, mobile, dan portabel radio dua arah, telepon seluler, personal digital assistant (PDA), dan jaringan nirkabel. Contoh lain dari teknologi nirkabel termasuk GPS unit, pembuka pintu garasi atau pintu garasi, wireless mouse komputer, keyboard dan headset (audio), headphone, penerima radio, televisi satelit, siaran televisi tanpa kabel dan telepon.

 2. Latar Belakang

    -> Mengetahui apa perbedaan mode switch dan bridge.


 3. Maksud dan Tujuan

    -> Menyebarkan pengetahuan tentang perbedaan mode switch dan bridge.


 4. Hasil Yang Di Harapkan

    -> Saya harap ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan kalian yang membaca bisa paham perbedaan dan fungsi mode wireless di mikrotik.

B. Proses dan Tahapan Pelaksanaan
           Kali ini saya akan membahas mengenai perbedaan antara Bridge dan Switch. Nah, pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana membuat beberapa interface pada MikroTik untuk menjadi satu segment. Ada beberapa pilihan yang dapat kita gunakan yakni menggunakan bridging atau menggunakan switching. Keduanya memberikan hasil yang seakan sama namun sebenarnya ada perbedaannya.

1. Mode Switch
        Pada umumnya RouterBoard memiliki beberapa interface ethernet. Walaupun interface-interface tersebut merupakan interface router yang setiap interfacenya harus terhubung ke jaringan yang berbeda-beda. Namun, interface tersebut dapat difungsikan sebagai port switch.
       Untuk menghubungkan beberapa port ethernet, dibutuhkan hardware khusus yakni switch chip yang ditanam di routerboard. Sebuah routerboard bisa difungsikan sebagai switch bila didalam router tersebut sudah terpasang switch-chip. Switch-chip mampu melakukan forwarding frame ethernet secara full duplex dan independen tanpa membebani prosesor di Router.
      Terdapat berbagai macam jenis Switch chip yang ada pada routerboard. Walaupun sama-sama memiliki fungsi switch, namun masing-masing memiliki fitur yang berbeda-beda. Fungsi switch hanya bisa melakukan penggabungan ethernet interface selama ethernet tersebut masih dalam satu switch chip yang sama. Artikel mengenai switch-chip pada routerboard sudah pernah kita bahas disini. Dengan fungsi port switching ini memungkinkan melakukan tranfer data dengan kecepatan penuh diantara sekelompok port. Namun kelemahannya, kita tidak bisa memonitoring trafik antar port yang masih dalam satu switch.
       Saya telah melakukan pengetesan untuk mengetahui penggunaan CPU Load bila menggunakan teknik switch ini. Lalu bagaimana hasilnya? Berikut hasil pengetesan yang sudah dilakukan


Terlihat bahwa CPU Load-nya 0%. Kenapa bisa begitu? karena proses switching terjadi dilevel hardware yakni pada switch-chip yang tertanam di routerboard sehingga tidak membebani prossesor.
Sangat mudah untuk membangun jaringan bridge/switch tetapi masalah juga sering terjadi. Beberapa masalah kadang terjadi pada jaringan yang bersifat bridge/switch, misal :
  •     Permasalahan pada host di dalam segmen akan berimbas ke host lain di bridge yang sama (mis: ip conflict, netcut, DHCP tandingan dll).
  •     Sulit untuk membuat fail over system.
2. Mode Bridge
        Hampir mirip dengan switch, kita bisa menggabungkan beberapa interface yang berbeda menjadi satu segmant dengan menggunakan teknik bridging. Membuat beberapa interface seolah-olah menjadi satu artinya adalah tidak ada perbedaan segmen jaringan didalamnya. Misal, kedua interface ethernet dibridge maka kedua interface tersebut akan menangani jaringan yang sama.       
       Kita juga bisa melakukan bridging antara interface ethernet dengan wireless yang mana hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan metode switching. Artikel mengenai cara setting brigde pada Mikrotik dapat kita lihat disini. Teknik bridge bisa dilakukan di semua produk Mikrotik baik routerboard maupun PC.
       Dengan menggunakan mode bridge kita dapat menanggulangi network loop dengan mudah, yakni menggunakan protocol STP (Spanning Tree Protocol) dan RSTP (Rapid Spanning Tree Protocol).
      Namun dengan menggunakan teknik bridge ini kita bisa memoritoring trafik antar port. Ada 4 jenis ethernet yang dapat dijadikan bridge port yakni Ethernet, Vlan, Wireless, VPN (mengaktifkan BCP), dan Tunnel (EoIP). Karena teknik bridge ini bekerja dilevel software, maka paket data yang masuk akan terbaca di prosessor sehingga menyebabkan CPU-Loadnya akan naik.  Kita akan melakukan pengetesan untuk mengetahui CPU Load-nya. Berikut hasilnya.Dari hasil diatas
terlihat bahwa dengan melewatkan trafik yang cukup tinggi maka CPU Load-nya naik menjadi 40%. Hal ini terjadi karena mode bridge untuk prosesnya dilakukan di CPU.

C. Kesimpulan
    Jadi kesimpulannya yaitu kalau mode switch tidak terlalu memakan cpu karena di mikrotik terdapat switch chip, sedangkan mode bridge membuat trafik yang cukup tinggi dan CPU loadnya juga naik, dan kalo mode switch ip kita ngikut terhadap masterport, nah kalau mode bridge, kita bisa bikin ip sendiri.


F. Referensi
http://www.mikrotik.co.id/artikel 

sekian...
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu
 
Share:
PopCash.net
Instead of using ads, I am having you mine for crypto currency to support this site. Here are your stats:

You can start or stop at anytime but please wait for some accepted hashes before you do.

Visit Coin Hive to learn more about how this works

Translate

Social Media

Facebook Google Plus Instagram Youtube Channel

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Archive

Breaking News

Instalasi OpenSID Pada XAMPP Windows

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh     Pertama saya panjatkan puji beserta syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat rah...